Kamis, 15 Januari 2015

Pintu keluar SMA

Gak kerasa kalender kalender udah banyak yang tersobek untuk mengganti tahun yang baru.
masih kerasa kayanya baru aja kemaren ikut tes masuk SMA di Tangerang yang terbilang eksis dengan prestasi maupun kontroversinya.

Tahun 2012.
ketika zaman SMP orang orang sibuk bermain, belajar persiapan UN ataupun sibuk mencari kunci UN. Saya sibuk mencari surat kelakuan baik dan foto copy rapot untuk diajukan ke SMA favorite di Tangerang. ya selain SMA 1 dan 2, ada SMA 8 Tangerang yang cukup memiliki nama di wilayah itu
walaupun terbilang cukup muda yaitu 10 tahun semenjak didirikannya. dan tidak terlepas dengan kabar ex-kepala sekolahnya yang masuk bui.
Ingat sekali saat saya mengerjakan tes masuk tersebut. yang terlintas di kepala saya adalah
"INI SOAL APAAN?" jujur saya belom pernah ngisi TPA dan kawan kawannya.
tapi entah ilham dari mana saya dapat mengerjakannya (dengan kekuatan imajinasi).
pengumuman pun menyatakan bahwa saya lulus di SMA tersebut. "Allhamdulillah"
banyak orang mengatakan sekolah tersebut itu sekolah royal dan super sibuk dengan tugas.
yang benar saja semenjak SMA saya tidak pernah membeli online shop dan hampir tidak memiliki waktu untuk di rumah.
jam 06.20 saya sudah berangkat dari rumah dan jam 15.30 dari sekolah saya langsung mampir di bimbel yang telah menemani saya dari SD itu sampai jam 20.50 saya baru sampai rumah.
bahkan tak jarang saya sampai rumah jam 21.30
apa yang saya lakukan pada jam segitu? tentu saja belajar. dirumah cuman numpang tidur.
tapi, allhamdulillah nilai saya banyak meningkat.

Tahun 2015
Tidak terasa beberapa tahun sudah berlalu. banyak suka duka yang saya dapatkan saat di SMA selain duit saya yang tidak pernah awet.
kelas 12 tentunya harus dapat memikirkan tentang masa depan mereka.
apalagi dengan sekolah yang menawarkan semua muridnya untuk SNMPTN alias Undangan.
awalnya saya bermimpi untuk masuk Arsitektur di kuliahan ternama ya mari sebut saja ITB.
siapa yang tidak mau memakai jaket hijau tua milik ITB?
semua tentunya mau.
tapi semakin mendekati pendaftaran malah semakin bingung.
saya memikirkan 'bagaimana jika masuk kuliah ini jurusan ini?' 'jika lulus saya akan jadi apa?'
'apa saya mampu?' itu lah yang berputar di otak saya.
akhirnya saya semakin tidak tahu akan berlabuh dimana setelah SMA.
teman teman saya selalu memberi masukan dan selalu saya tanggapi dengan aura negatif.
saking kesalnya. teman teman saya menyarankan saya menjadi "asisten nakal" yang menurut mereka bahwa saya hanya ingin setelah lulus mendapat jabatan tinggi dan menjadi kaya.
tapi satu hal yang saya tahu. saya harus mewujudkan mimpi saya dari kelas 10.
yaitu melanjutkan pendidikan di JEPANG.
dan apa yang saya lakukan masih jauh dari pintu harapan.
semoga ALLAH memberikan jalan yang terbaik buat saya. amin