Rabu, 27 Januari 2016

warna merah muda menghiasi kota itu.
warna merah muda bunga sakura yang bermekaran dan berjatuhan mengawali pergantian musim semi . lama. lama sekali.
sesekali gadis berambut hitam panjang menatap jendela yang berada tepat disebelahnya.
menatap orang orang berlalu lalang sambil sesekali meminum secangkir kopi hangat di tangannya.
sudah 19 tahun baginya ia melewati musim itu. silih berganti tanpa adanya sedikitpun rasa yang berbeda darinya.
sambil ditemani dengan alunan musik cafe yang disinggahinya, gadis itu sesekali berfikir.

apa yang sebenarnya hilang darinya? 

sudah 4 tahun belakangan ini gadis itu mempertanyakan hal yang sama.

apa sebenarnya bagian yang menghilang darinya?

gadis itu masih menatap orang orang yang berlalu lalang hingga sekelompok pelajar wanita tertangkap oleh matanya.
tawa pelajar wanita itu mengingatkan gadis itu akan masa SMA-nya.
ya, masa dimana cerita remaja penuh pahit manis kenangan berputar di masa itu.
teringat dirinya ketika masih duduk di bangku SMA, dia termasuk gadis yang rajin dan ulet.
walau terkenal dengan gadis yang kalem oleh guru guru, sepertinya teman temannya tidak berpikir begitu. meskipun teman temannya selalu menjahili sang gadis. tetapi menurut gadis berambut gelombang itu, mereka bagaikan matahari yang selalu menyinari harinya.
terang, terang sekali. sampai sampai gadis itu tak dapat berhenti tersenyum mengingat masa masa dikala remajanya itu.

meskipun ketika pagi hari begitu cerah. tetapi ketika malam tiba, ia tidak dapat melihat bintang bintang yang menjadi pelengkap sang rembulan malam.
meskipun bulan ada untuknnya, tetaplah rasa hilang itu ada dalam dirinya.

seperti halnya pertanyaan yang sedang ia tanyakan saat ini.

"Kalau aku ulang tahun kamu mau beli apa?"
pikiran gadis itu terhempas begitu mendengar suara lengkingan seorang wanita kepada pacarnya yang berjarak 3 kaki di depannya.

"apa ya? hmmm.. kalau aku beli hatimu bagaimana?"
"untuk apa kau beli hatiku kalau aku akan memberikan seutuhnya untukmu?"


Bullshit.

itu lah yang ada dipikiran gadis itu begitu mendengar percakapan kedua orang di hadapannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar