Minggu, 09 Agustus 2015

The Fall of the night Rabbit


          gue gak bisa nyuguhin alur cerita sebagus JK. Rowling, James Dashner, Stephenie Mayer atau pengerang pengarang fanfic yang udah pro lainnya. karena bidang gue major menggambar doujinshi, jadi gue gak handal merangkai kata kata. ini cuman coretan iseng. feel free to read

Judul          : The Fall Of The Night Rabbit
genre           : hurt, comfort, family, friendship
Character   : Shinsengumi, Yorozuya Gin, Tsukuyo, Otae, kyubei, sarutobi
pairing        : none, but slight okita and kagura (and gintoki kagura, if you want that way)
Note             : WARNING! contains spoiler from manga.
Desclaimer  :  Own by Hideaki Sorachi. if it was me, i would never make the shogun dead!



Part 1 : The Encounter



"Mati kau hijikaaattaaa!!!!"

Mantan kapten divisi 1 shinsengumi, okita sougo mengarahkan bazokanya kearah hijikata, mantan wakil kapten shinsengumi yang tidak pernah lepas dari kutukan mayonaisenya.
Menggunakan instingnya, hijikata menghindari serangan sougo dengan melompati hujan peluru yang di tembakan lelaki berambut coklat pasir itu.
Pemandangan seperti ini sudah sangat biasa di shinsengumi. Terlebih lagi mereka sudah bersama sama sebelum shinsengumi terbentuk, bahkan sampai shinsengumi dibubarkan 3 tahun lalu dan memaksa keadaan mereka hidup layaknya seorang joui.
Lelaki berbadan besar seperi gorilla memasuki ruangan dimana sougo dan hijikata melakukan ritual pagi mereka. Memaksa keduanya menghentikan pertarungan kecil mereka itu.

"Seperti biasa ya kalian memang akrab. Terimakasih atas kejutan hadiah di pagi harinya"

interupsi mantan komandan shinsengumi, kondo isao. Rambutnya menjadi afro seperti terbakar dan bajunya pun terlihat hangus. Kini Dia terlihat seperti gorilla yang bermandikan api di pagi hari.

"Jika kau ingin menyalahkan seseorang dan ingin membuangnya ke lubang hitam, hijikata pelakunya, kondo san"

jawab sougo menunjuk hijikata dengan santainya. Hijikata yang melihat kelakuan sougo pun menggerutu tentang penyalahgunaan nama baiknya. Sayangnya sougo hanya menganggap gerutunya sebagai angin yang berhembus.

"Hey diam! Kalian bukan diumur untuk bermain tamagochi lagi! Bertingkahlah layaknya lelaki sejati"

perintah kondo sambil memisahkan sougo dan hijikata dengan mengangkat baju belakang mereka.
Kedua lelaki tersebut menatap lelaki yang dulunya pernah menjadi stalker.
Tidak, bahkan sampai sekarang pun begitu.

Tatapan kondo berubah menjadi serius. Matanya memandang tajam seakan ada sesuatu yang penting akan terjadi dan akan mereka hadapi. Kondo mengankat kepalanya dan mulai berbicara

"Tadi aku mendapat laporan dari yamazaki"

kondo menutup matanya mengingat ingat kembali laporan lelaki yang pernah menjadi mantan intel dari shinsengumi.

"Dia mengatakan bahwa kemarin malam terjadi lagi penculikan wanita.
Dan ini sudah ke 12 kalinya"

kondo menyilangkan tangannya dan membuka matanya yang berubah tajam menatap kedua lelaki yang terdiam mendengarkan penjelasannya.

"Aku berasumsi bahwa pelakunya adalah jozu, pemimpin kepolisian bakufu yang baru. Tetapi tidak ada bukti yang kuat bahwa dia adalah pelakunya,”
 kondo berhenti sejenak untuk menarik napas dalam dalam
"jadi, aku ingin mengumpulkan bukti bahwa dia adalah pelakunya. Bukti sekecil apapun akan membantu"



Kondo menghentikan penjelasannya dan menunggu respon dari kedua lelaki yang berdiri di hadapannya.
Hijikata mengeluarkan sepuntung rokok dan menyalakannya. Dia menghisap rokok itu dan membuang asapnya ke udara edo.

"Ini akan menyusahkan. Baiklah aku pergi dulu untuk mencari apakah ada yang bisa kulakukan"

hijikata memasang kembali puntung rokok tersebut ke mulutnya.
Ia berputar memasukan kedua tangannya ke sakunya seakan tanganya yang membeku akan udara yang berhembus membutuhkan sentuhan kehangatan. kedua lelaki dibelakangnya hanya dapat melihat kepergiannya dari hadapan mereka.
Melihat sumber kesenangannya telah meninggalkan tempat ritual mereka, sougo memalingkan badannya dan meninggalkan kondo sendirian menatap kepergian lelaki yang dijuluki pangeran dari planet sadist itu.

"Sougo!"

Teriakan kondo akan namanya menghentikan langkah sougo yang semakin jauh. Sougo memutar badannya untuk menatap kondo yang kini melihatnya dengan wajah yang sangat serius.

"Aku tahu kini kau sekarang hanya seorang manslayer dan tidak memiliki hubungan lagi dengan kami. Tapi aku minta bantuanmu untuk kali ini, sebagai seorang informan dan sahabat.."

Sougo hanya menatap kondo jauh dan berpaling melanjutkan langkah kakinya yang terhenti.

_________________________________________________________________________________


       Hujan turun membasahi atap atap rumah yang diiringi oleh alunan musik hujan yang berjatuhan.
Seorang lelaki dengan mata seperti mata ikan, mengarahkan kepalanya kearah jendela, menatap langkah kaki orang orang di kabukicho yang badannya sudah tertutupi oleh payung.
Lelaki yang sedang melamun itu bernama sakata gintoki, bos dari sebuah grup kecil, yorozuya.
Walaupun 3 tahun telah berlalu setelah insiden pembubaran miwarigumi dan shinsengumi, dan memaksa mereka hidup sebagai seorang buronan. Mereka tetaplah yorozuya yang menerima tawaran pekerjaan apapum.
Lamunan lelaki yang pernah menjadi mantan pejuang perang joui itu terpecah ketika Seorang perempuan berjubah dengan payung merah tergantung di belakang tubuhunya menyapa dirinya.

"ginchan!!! Senang sekali bertemu dengaanmuu!!! Aku kangen sekaliii"

teriak gadis yang telah melepas jubahnya, memperlihatkan rambutnya yang berwarna merah kejambuan. Gadis ini tidak lain dan tidak bukan adalah kagura, seorang alien dari ras terkuat di jagat raya, kaum yato.
Gadis bertubuh seksi itu berlari menuju gintoki yang mematung melihat kedatangan tiba tiba gadis yang pergi bersama ayahnya 2 tahun lalu untuk berlatih menjadi alien hunter.
Kagura memeluk erat gintoki dan membuat lelaki tak berdaya itu kesulitan untuk mengambil oksigen yang segar
 Lelaki itu merintih kepada kagura memohon agar gadis itu melepaskan pelukannya agar ia bisa menyiapkan upacara pemakaman untuknya karena pelukan gadis yato ini benar sangat kuat.
Lelaki berkacamata memasuki ruangan gintoki, membuat gadis itu melepaskan tangannya dari tubuh gintoki yang terjatuh lemas.

"Ah kagura kau sudah pulang? Senang bertemu denganmu lagi"

ucap lelaki bernama shinpachi yang membawa payung dan pelastik di tangannya.

"Ahh shinpachi aku kangen sekali denganmu!!!!"

Teriak kagura sambari memeluk kacamata shinpachi di tangannya yang diiringi oleh protes dari shinpachi bahwa gadis itu salah memeluk orang.

3 tahun telah berlalu sejak kejadian tersebut. Kejadian tersebut memaksa mereka menjalani kehidupan layaknya seorang buronan. Mereka di cap sebagai teroris edo yang siap menjatuhkan pemerintahan kapan saja.
Tendoushu yang mengaku sebagai hakim dari langit bisa saja turun dan menebarkan helaian bulu bulu gagak sebagai tanda kedatangan untuk memangsa mereka saat itu juga.
Mengingat yang mereka hadapi bukanlah orang biasa, tetapi mantan pejuang perang joui, gintoki, takasugi dan katsura yang dijuluki shiroyasha, kapten kihetai dan the mad noble, mereka harus menyiapkan pasukan besar untuk menjatuhkan mereka bertiga dan teman teman yang ada di belakang mereka.
Kagura duduk disofa memandang riang shinpachi dan gintoki yang menyambut dirinya.
bagi kedua lelaki Itu, hal ini adalah sebuah kejutan besar bagi mereka karena gadis yang sekarang dijuluki “the little queen of alien hunter” itu tidak memberikan kabar akan kedatangannya.

"Ya ya... shinpachi, gintoki. Bagaimana kabar semuanya? Aku tak sabar bertemu dengan mereka semua!!"

Ungkap kagura, riang sambari mengeluarkan beberapa senandung keci dari mulutnya.

"Para orang orang bodoh dan tak berguna itu baik baik saja. Walaupun banyak yang berubah semenjak 2 tahun setelah kau pergi, Mereka semua tetaplah orang bodoh yang sama"

jawab gintoki dengan nada bosan sambari sesekali memasukan kelingkingnya kedalam hidungnya.

"Ahh!!! aku ingin bertemu dengan anego, kyubei, tsuky dan sachan!! Aku ingin melihat mereka setelah 2 tahun ini. Pasti mereka sangat cantik"

jawab kagura bersemangat sambari mengayunkan tangannya diudara.

"Ahh kagura maaf mengganggu reunimu. Otose mengatakan bahwa ia menunggumu dibawah"

Mendengar perkataan Tama, sang robot maid yang mereka selamtkan beberapa tahun lalu, membuat kagura tersenyum riang karena dapat melihat robot itu.
Kagura terbangkit dari duduknya dan berlari meninggalkan shinpachi dan gintoki yang melihat kepergiannya keluar dari rumah kecil milik yorozuya.

"2 tahun itu waktu yang lama ya.. shinpaci? Itu apa ya yang menggantung diantara dadanya? Itu bakpau kan? Dia memasukan bakpau kan kedalam dadanya kan?"

Ucap gintoki tidak percaya dengan perubahan kagura setelah 2 tahun lamanya mereka terakhir bertemu. Dulu gadis itu hanyalah seorang gadis kecil tidak sopan dan tidak berbentuk yang senang makan.
Tetapi sekarang yang mereka hadapi adalah gadis remaja yang sangat cantik dan memiliki bentuk tubuh bak model di majalah.

"Sesaat tadi aku pikir kau menyewa wanita dari yoshiwara dan membawanya kesini"

ujar shinpachi yang juga tidak mempercayai apa yang dilihatnya.

"Ahh mungkin kah ini yang namanya disebut pubertas? Nah, gadis itu akan menjadi mangsa para om om dan mata keranjang diluar sana"

Ujar gintoki dengan nada bosan dan memasukan jari kelingkingnya kedalam hidungnya.


"Gin, bukankah itu jadi masalah?"

Shinpachi menolehkan kepalanya kearah gintoki dengan wajah ketakutan dan berkeringat yang disambut dengan wajah yang sama oleh gintoki. Mereka saling berpandang pandangan dan tak lama, ruangan tersebut diselimuti oleh keringat mereka.

__________________________________________________________________________________

    
     Hijikata menyusuri jalan kabukicho memandang kesegala arah dengan rokok yang asapnya sudah menyatu dengan udara segar kabukicho.
Ia berhenti di kedai yang bertuliskan mayonaise di atasnya dan disambut hangat oleh pemilik kedai.

"Ohh tuan hijikata. Lama tak berjumpa. Kau ingin membeli mayonaise??"

Tanya seorang nenek tua kepada hijikata yang melepaskan rokok dari mulutnya hanya untuk mengeluarkan asap yang sudah terkumpul dalam mulutnya.

"Yaa.. aku ambil 1 kardus ya. Serahkan saja pada Yamazaki, nanti ia akan membawanya untuku"

jawab lelaki itu santai menambahkan pekerjaan berat kepada yamazaki yang selalu tertindas olehnya.
Hijikata mengambil sesuatu dari dalam lengan bajunya dan mengarahkannya kepada nenek penjual dihadapannya tersebut.

"Nek, apa yang kau tahu tentang lelaki ini?"

Tanya hijikata dengan nada serius. Nenek itu terdiam melihat foto seorang lelaki paruh baya yang terlihat familiar dimatanya tersebut.

"Ahhh.. bukankah ini pemuda yang menjadi kepala kepolisian yang baru? Aku dengar dia sering sekali ke club malam wanita di kabukicho. Memangnya ada apa dengannya?"

Tanya nenek tua tersebut kepada lelaki penggemar nicotin yang memasukan kembali foto tersebut ke lengan bajunya. Hijikata tersenyum sambil mengatakan kalo itu bukan apa apa dan berpamitan dengan nenek tua tersebut.
Hijikata melangkahkan kakinya kearah jalan yang sudah tidak dipenuhi oleh orang orang yang berpegian kesana kemari. ia memasuki gang, berdiri membelakangi tembok dan membuang rokoknya yang sudah habis, ke tanah dan menginjaknya.
Di lain sisi, seorang lelaki memakai jaket shinsengumi juga sudah bersandar di sisi lain dari tembok yang disandari oleh hijikata.
Hijikata mengambil satu batang rokok baru kemudian menyalakan rokok tersebut.

"Aku dengar lelaki itu menjual para wanita dengan melakukan transaksi gelap dimalam hari"

ujar lelaki berjaket shinsengumi itu kepada hijikata.

"begitu? Aku juga dengar dari nenek penjual mayonaise bahwa lelaki itu sering ke klub kabaret malam"


"apa yang kau lakukan di tempat mayonaise hijikata? Kau ingin membeli racun tikus untuk shinsengumi?"

ujar lelaki berjaket tersebut dengan nada merendah sambari tertawa kecil. Hijikata mengabaikan ejekan kecil itu dan melanjutkan ke topik inti mereka.

"Sougo,"
             ucap hijikata pelan sambari melepaskan puntung rokok itu menjauh dari mulutnya
 "kau pergilah cek ke tempat itu"

"Hee.. kenapa tidak kau saja, mantan wakil kapten? Aku yakin wanita wanita bodoh itu akan tertarik dengan makanan anjing yang kau sebut mayonaise"

jawab sougo terkekeh. Hijikata menggerutu kepada sougo dan mengeluarkan bunyi 'cih' dari mulutnya yang dipenuhi bau asap rokok. Hijikata menjauhkan tubuhnya yang menompang pada tembok, lalu berjalan pergi meninggalkan sougo berdiri bersandar sambil sesekali mendengarkan dentuman setiap langkah demi langkah milik lelaki yang dahulu disebut sebut sebagai setan dari shinsengumi.

"Aku tidak tahan dikelilingi teriakan wanita wanita itu. Aku yakin kau dapat melakukannya, mengingat kau adalah pangeran dari planet sadis"

ujar hijikata terus malanjutkan langkah kakinya yang kini semakin jauh tak terdengar. Sougo terdiam sambil menatap kearah yang tak menentu.

"Bodoh, dia pikir aku juga tahan dengan suara mereka?

 Ujar sougo pergi meninggalkan tempat bertukar informasinya dengan hijikata.

__________________________________________________________________________________






"Woaaa kyubei kau jadi terlihat cantik sekallii!!"

 Ujar kagura dengan matanya birunya yang membesar menatap gadis berambut biru yang tersipu malu karena ucapan kagura.

"Yaa.. tidak juga ko,"

ujar gadis itu mengusap usap kepalanya dengan wajah memerah "aku pikir aku sudah menerima fakta bahwa diriku adalah seorang wanita" jawab gadis itu masih tersipu malu. Gadis berambut coklat memukul pundak kyubei dengan keras sehingga gadis tersebut membentur keras meja yang ada di hadapannya. Membuat semua orang di tempat itu memandang horor gadis yang disebut sebut sebagai salah satu diva dari kabukicho.
"Aahhh.. kyuchan sudah kubilang bukan? Kau itu sangat cantik dengan kimono dan rambutmu yang ditata rapi"

 ujar gadis berambut coklat itu tersenyum ramah dan mematikan. Ia tidak sadar bahwa temannya yang dipukulnya sudah tak sadarkan diri diatas meja.
"Kyubei memang cantik. Tetapi tentu saja aku berada diatas kalian sampai sampai gintoki jatuh hati dan tergila gila padaku"
ujar wanita berkacamata dan berambut ungu. Menggenggam kedua tangannya sambil menggoyang goyangkan tubuhnya seperti belut.
Kagura tersenyum melihat kelakuan sosok perempuan perempuan yang ia kagumi itu. Ia benar benar merindukan mereka semua.
"padahal sudah 2 tahun berlalu. Tetapi kalian masih tetap idiot, ya?"
Ujar wanita berambut pirang dengan pipa rokok ditangannya sesekali menghembuskan asap dari benda itu.
Gadis gadis dihadapannya menatap wanita pirang itu dengan aura hitam yang membara. Bahkan kyuubei yang tak sadarkan diri pun bangun dan menatap tajam ke arah wanita itu. Kagura tertawa melihat kelakuan mereka yang tidak berubah selama kepergiannya. Dia benar benar merindukan suasana bumi yang lama.
"Aahh senang sekali melihat kaliaaann kyubei, tsuky, sachan, anego!! Kalian semua benar benar tidak berubah yaa"
ujar kagura riang menatap keempat figur wanita di depannya. Wanita wanita tersebut saling berpandangan kemudian tersenyum yang disusul dengan tawa kecil yang keluar dari masing masing bibir merah manis mereka.

Banyak keadaan yang berubah setelah 3 tahun ini. Tetapi mereka sepakat dalam diri mereka walaupun dunia tak menerima mereka sekalipun, mereka tidak akan merubah pribadi yang menjadi ciri khas mereka.

"Ahh ngomong ngomong kagura. Kau jadi sangat cantik sekali,"  ujar gadis berambut coklat yang dipanggil anego oleh kagura
"maukah kamu bekerja di klub kabaret kami? Kami sedang kekurangan orang"

"Ahh bolehkah aku bekerja di klub itu anego?" Tanya kagura.


"Tentu saja. Siapa yang akan melarangmu?" Ujar otae tersenyum kepada kagura.

Kagura senang mendengar penawaran yang baik dari gadis yang terkenal akan masakan gosongnya.
Klub kabaret memiliki penghasilan yang lumayan tinggi. Mungkin ia bisa membantu keuangan di yorozuya.

 -End Of Part 1-

Part 2  Part 3  ______________________________________________________


Note: Until next time!! You should have guess what will happen right?
          susah banget buat bikin para character biar enggak OOC. kayanya emang enakan gambar ya?
          gue suka banget pairing okita kagura. tapi kalo terlalu romance antara pemeran pendukungnya,
          bukan gintama lagi jadinya ya? soalnya gabisa bayangin aja (kecuali hijikata mitsuba)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar