Selasa, 11 Agustus 2015

The Fall of the night Rabbit

Judul          : The Fall Of The Night Rabbit
genre           : hurt, comfort, family, friendship
Character   : Shinsengumi, Yorozuya Gin, Tsukuyo, Otae, kyubei, sarutobi
pairing        : none, but slight okita and kagura (and gintoki kagura, if you want that way)
Note             : WARNING! contains spoiler from manga.
Desclaimer  :  Own by Hideaki Sorachi. if it was me, i would never make the shogun dead!






Part 2 : The Beginning



                Seminggu pun berlalu, Langit yang gelap menutupi cahaya bintang dimalam hari. Bulan pun  tampak memancarkan sinarnya yang redup malam itu. Seakan akan bumi sudah tak lagi bermandikan cahaya malam yang indah tersebut.




Okita sougo berjalan langkah demi langkah menyusuri gelapnya malam jalan kabukicho. Kini ia adalah seorang samurai liar yang tak terikat dengan siapapun.
Walaupun ia tinggal di tempat yang pernah menjadi markas besar shinsengumi, tetapi ia sudah tak memiliki hubungan dengan mereka yang kini dianggap sebagai salah satu joui.
Padahal sebelum organisasi kepolisian khusus itu dibubarkan, shinsengumi memiliki tugas utama yaitu membasmi habis joui yang ingin menjatuhkan bakufu.
Ironi memang, kini mereka tak lebih dari sekedar joui yang ingin meruntuhkan bakufu akibat peristiwa 3 tahun yang lalu membuat mereka tidak lagi dapat mempercayai bakufu. Terlebih lagi setelah kejatuhan shogum ke 13, shige shige.

Setelah semua hal berat yang ia lalui itu, okita berfikir bahwa lebih baik menjadi man slayer yang merangkap informan bagi shinsengumi, karena ia lebih menikmati dirinya yang bebas kesana kemari. walaupun ia agak sedikit menyesali ketika sudah tidak adanya lagi posisi yang selama ini ia incar dengan taruhan nyawa dari kepala seorang wakil komandan shinsengumi.



Langkah kaki sougo berhenti disebuah klub kabaret yang diselimuti suara tawa lelaki mata keranjang dan para wanita penghibur.




Sougo menghela nafasnya, Betapa ia benci memasuki tempat menjijikan yang penuh dengan pria pria tua yang haus akan wanita. Sougo melangkahkan kakinya kedalam dan disambut dengan wanita berambut coklat yang ia sedikit takuti tetapi tetap ia hormati.

"Ah siapakah ini? Bukan kah okita? Apa yang membawamu kesini?"

Tanya shimura otae, atau biasa dipanggil oleh kagura sebagai anego. Senyuman yang diberikan otae kepadanya cukup untuk membuat bulu kuduknya merinding. Ia heran mengapa mantan komandannya itu bisa tergila gila dengan monster satu ini.

"Ah tidak, Aku hanya kebetulan mampir saja”

jawab sougo dengan wajah datarnya. Otae mengantarkan sougo ke tempat duduknya. Perjalanannya dari pintu sampai tempat duduknya disambut dengan teriakan teriakan wanita penghibur yang diabaikan oleh lelaki tersebut.




Sougo menghela nafas, betapa bencinya ia berada di tempat ini. Sougo memesan 1 don porige. Dan membiarkan dirinya sesekali santai dalam situasi yang bisa membunuhnya kapan saja karena serangan pemerintah atau tendoshu.
Hal in tentu saja karena ia dan yang lainnya sekarang adalah buronan besar edo.




Seorang gadis berkimono merah yang sama dengan rambutnya mengantarkan minumah kepada sougo. Sougo menatap gadis itu untuk berterimakasih tapi kata kata itu ditelannya kembali begitu ia melihat wajah pelayan yang mengantarkan minumannya itu. Gadis itu tidak lain dan tidak bukan adalah musuh terbesarnya.

"Ahhh sadiss???!! Apa yang kau lakukan disini?"

Ujar gadis berambut merah itu terkejut dengan keberadaan sougo di tempat wanita wanita penghibur.

"Seharusnya aku yang mengatakan itu china. Apa kau menangis karena alien menolakmu hingga kau berganti profesi?" Tanya sougo dengan nada datar tetapi sedikit mengejek.

Kebiasan okita ini membuat kagura kesal dan bersiap melayangkan pukulannya kearah lelaki yang terkenal dengan wajah bishonen itu. Ia berharap agar pukulannya dapat merubah kontur wajah lelaki itu seperti yang sanji lakukan pada duval.


Sebuah gengaman keras di tangan kagura menghentikan serangannya.

Genggaman itu berasal dari tangan shimura otae yang tersenyum mematikan kearah dua orang tersebut membuat mereka terkejut sekaligus merinding.

"Ahh.. kagura kau tidak boleh begitu kepada seorang pelanggan. Walaupun betapa kau ingin membuangnya ke sungai amazon" jawab shimura otae tetap tersenyum kearah mereka.

"Ahhh aneegoo.. tetapi si bodoh ini yang duluan memulainya"

bela kagura dengan wajah sedih kepada gadis itu yang disambut dengan gelengan kepala sougo yang mengatakan bahwa kagura lah pelakunya.

Otae menghela nafas. Sudah 3 tahun berlalu, tetapi hubungan 2 orang ini tetap saja seperti dulu. Ia seharusnya sudah tau ini akan terjadi.


Otae menutup matanya untuk sejenak berpikir apa yang harus ia lakukan dengan kedua orang ini.

Kedua orang didepannya mulai melihat perubahan wajah otae yang menjadi mengerikan, senyuman itu kini berubah menjadi senyuman kejahatan. Mereka tau kalau hal ini adalah pertanda buruk untuk mereka.

"Ahh.. aku punya ide!!" Ungkap otae riang.

'ahh..pasti ide yang mengerikan seperti masakannya' pikir mereka berdua.

"Kagura kau akan menemani okita minum yaaa" ujar otae tersenyum.

Mata kagura yang berwarna biru saphire mulai membesar. Iya menghempaskan tangannya diudara melepaskan genggaman otae. Wajahnya memperlihatkan kepanikannya karena keringat mulai keluar dari wajah manisnya.

"Aku tidak mau menemani laki laki brengsek ini minum!!! Lagi pula kau sendiri yang mengatakan kalo aku harus jadi pelayan selama 2 minggu sebelum menjadi seperti dirimu dan yang lain" ujar kagura dengan nada yang tinggi Membuat otae terkejut.

bukan hanya dengan nada tingginya, tetapi juga fakta dia tidak memanggilnya dengan sebutan anego yang membuatnya berpikir bahwa gadis ini benar benar kehilangan kesabarannya.

'2 tahun berkelana diluar sana membuatmu sedikit berubah huh, kagura?' Ucap otae dalam hatinya.

Sougo yang mendengar protes kagura langsung mengusap kepalanya kebelakang dengan Wajahnya terlihat kesulitan.

"Yaa.. aku juga tidak ingin seorang gadis monster ini untuk menemaniku"

"APA KAU BILANG??!!"

Teriak kagura kesal membuat tawa yg mengisi ruang pun terhenti dan melihat kearah mereka dengan wajah takut dan terkejut.

Gadis berambut coklat itu berjalan kearah mereka berdua dan memberikan pukulan yang keras di kepala mereka.

"Kalian membuat takut pelanggan! Aku tidak peduli alasan kalian! Kagura kau harus menemani okita malam ini. Ini adalah hukuman untukmu," ujar otae marah "jika kalian melanggarnya, kau akan tau akibatnya" ujar otae tersenyum jahat kepada kedua orang itu.

Terdengar suara patahan tulang ketika otae memeras meras tangannya. Kedua orang tersebut hanya dapat melihat gadis itu ketakutan dan pasrah.

gadis yang menjadi kaka dari shimura shinpachi itu meninggalkan kedua orang remaja yang menatapnya pergi jauh.


Kagura menghela nafas. Ia tidak memiliki pilihan lain selain menemani lelaki yang menjadi rivalnya semenjak hanami itu untuk minum. Ia juga ingin memastikan bahwa sougo tidak akan membuka mulutnya kepada gintoki tentang kerja malam rahasianya itu.

"Heee.. sudah 2 tahun tapi sifatmu sama saja ya china. Apa bos tau tentang pekerjaan menjijikanmu ini?"

ucap okita memainkan gelas don porigenya tanpa menatap kagura yang terduduk disebelahnya memandang tajam.

"Huh! tidak ada bedanya dengan dirimu," ujar kagura menyilangkan tangannya "ginchan tidak tahu apa apa mengenai hal ini. Jadi aku memohon padamu kali ini saja tidak memberitahukan hal ini padanya,"

kagura mengangkat tangannya yang mengepal dan menatap sougo tajam

"Atau.. aku akan memastikan kau tidak akan dapat melihat cahaya matahari lagi"

suara kagura sesaat tadi bernada sangat tinggi penuh dengan ancaman yang dibalas dengan senyuman licik milik sougo yang mengetahui bahwa ia telah membuat gadis itu marah.

Gadis didepannya memang tidak pernah berubah selain bentuk tubuhnya.

Sougo tidak membalas kagura. Tetapi gadis itu bisa memastikan bahwa lelaki di hadapannya tidak akan membocorkan rahasia pekerjaannya. Gin akan sangat terkejut apabila ia mengetahui perempuan yang dititipkannya pergi keluar diam diam pada malam hari.

"Ahh aku penasaran apa yang dilakukan seseorang sepertimu ditempat seperti ini. Pastinya bukan untuk iseng atau bersantai bukan?"

Tanya kagura memulai pembicaraan yang serius dengannya. Tatapan gadis itu menununjukan bahwa gadis ini memang tahu niat aslinya bukan seperti yang ia katakan kepada kakak dari shinpchi itu.

Lelaki itu meminum gelas berisi don porigo yang sadaritadi ia mainkan. Dan menaruhnya di atas meja.

"Hee.. hebat sekali kau china. Tak kusangka dari gadis berotak udang sepertimu," jawab sougo tanpa ada balasan dari kagura.

Lelaki itu merogoh barang dari balik bajunya dan mengeluarkan sebuah foto lelaki paruh baya


"aku mencari informasi tentang lelaki ini. Kondo menyuruhku untuk membantunya mencari informasi tentang laki laki ini"

sougo menununjukan foto yang sama seperti yang hijikata miliki. Kagura menatap dalam dalam foto yang ada di hadapannya.

Gadis itu kemudian membuka mulutnya seakaan ia tahu akan sesuatu.

"Ah aku tau laki laki ini! Dia sering datang kesini pada hari senin, rabu, kamis dan minggu begitulah menurut para pegawai disini" ujar kagura menatap foto itu.

Sougo menatap gadis itu sesaat. Sebelumnya ia berfikir bahwa gadis didepannya tak akan bisa memberinya informasi apa apa mengingat gadis itu baru pulang dari perjalanan luar angkasanya. Tetapi sepertinya pikirannya kali ini meleset.

"Lelaki ini selalu memintaku untuk menemaninya minum. Otae mengatakan untuk menemaninnya bahwa dia adalah pengecualian dari shift pertamaku sebagai pelayan,"
kagura memberhentikan pembicaraannya sejenak untuk menatap sougo dengan wajah penasaran.
"Yah aku tidak menyalahkan dirinya untuk jatuh hati kepadaku, Memangnya ada apa dengan orang ini?" Tanya kagura kepada okita yang tersenyum kecil.

Lelaki itu tidak menyangka pekerjaannya kali ini akan sangat mudah untuk diselesaikan dengan cepatnya. Setidaknya dia tidak perlu keliling edo untuk mencari informasi tentang laki laki ini.

"Apa yorozuya sudah bangkrut?"

 sougo bertanya kepada kagura sambari memasukan kembali foto itu kedalam bajunya. Kagura mendengar hal itu kesal ia mengejek perkerjaan utamanya yang sangat ia senangi itu.
"Kau pikir gin akan punya pekerjaan lain selain hal itu?" Gerutu sang gadis yang disambut dengan senyuman lelaki dihadapannya itu.

"Bagus," ujar sougo membuat gadis itu kebingungan "aku ingin menyewa yorozuya melakukan sesuatu untuku," ujarnya sambari mengambil gelas don porige "Tetapi hanya kau yang dapat melakukan pekerjaan ini"

lelaki itu mengalihkan pandangannya dari gadis yang matanya sudah membulat terkejut mendengar pemintaan dirinya. Tentu saja gadis itu akan terkejut. Pasalnya mereka adalah rival yang terlalu keras kepala untuk meminta pertolongan satu sama lain.
Lelaki itu meminum don porige terakhirnya dan berdiri dari tempatnya semula. Sebelum ia melangkah jauh, sougo menatap kagura dengan wajahnya yang datar.

"Aku akan datang kesini setiap hari selasa dan jumat. ah, mungkin sabtu juga"
okita melangkah jauh pergi meninggalakan kagura terduduk mematung disana

"pastikan kau memberikan informasi yang bagus dan.." kata kata sougo terhenti dan menatap kagura
"pastikan kau tidak minum bersama orang tua mata keranjang pada hari itu saja" lanjutnya
Ia melangkahkan kakinya keluar dari kabaret itu hanya untuk disambut oleh hijikata yang sadaritadi berdiri bersandar di tembok sambil menghisap rokoknya yang sudah menjadi setengahnya.
sougo meneruskan langkah kakinya yang sebelumnya terhenti.

"Kau mendapatkan informasi?" Tanya hijikata masih bersandar dan menatap sougo dari jauh.

Sougo menatap hijikata dengan wajah datar dan melangkahkan kakinya menjauhkan dirinya dari hijikata.

"Ya.. setidaknya aku tidak perlu melakukan semuanya"  ujar sougo melanjutkan langkah kakinya yang diikuti oleh hijikata yang menyusulnya dari belakang.


"Apa maksudmu?"


"Aku meminta gadis china untuk melakukan semuanya untuku"


"Gadis china itu sudah pulang dan bekerja di kabaret itu?" Tanya hijikata tanpa adanya balasan dari sougo yang terus melihat kedepan.

Keheningan mengisi jalan kabukicho yang hanya dihiasi oleh suara jangkrik dan seberkas cahaya kunang kunang yang menari nari. Hijikata menghela nafasnya dan menatap sougo dengan pandangan yang serius.

"Kau tidak seharusnya melibatkan gadis yorozuya itu. Hal ini hanya akan membuatnya terjatuh dalam perangkap kelinci"


Sougo hanya terkekeh kecil mendengar ucapan lelaki yang kepalanya yg tak pernah lepas dari bidikan bazoka miliknya.


"Tenang saja hijikata. Dia adalah china, seorang yato dan alien hunter. Ia tidak selemah itu" sougo tersenyum kecil.


Hijikata menggelengkan kepalanya dan menghentikan langkah kakinya yang diikuti juga oleh sougo.


"Terserah apa yang ingin kau lakukan. Pastikan kau tidak menyesali tindakanmu"

hijikata meninggalkan sougo yang masih dengan senyum kecilnya. Suara dentuman langkah kaki mengiringi kepergian kedua laki laki tersebut dengan alunan lembut angin malam yang berhembus pelan.

__________________________________________________________________________________
 


            2 minggu telah berlalu setelah kedatangan sougo ke klub kabaret tersebut. Seorang gadis berambut merah kejambuan berbalut yukata pink, terlihat sedang menuangkan segelas don porigo ke dalam gelas seorang laki laki paruh baya yang memakai yukata hitam bermotif tampak mahal.
Lelaki tersebut dikelilingi 4 wanita termasuk kagura sendiri yang duduk tepat disebelah lelaki yang sedang tertawa bersamaan dengan tawa wanita kabaret disekelilingnya.


Lelaki dengan rambut ocean blue, menggoyangkan gelasnya dengan wajah yang memerah karena efek kuat alkohol sudah merebut setengah kesadarannya.


"Sigh..," hela lelaki tersebut, "hari ini hari yang benar benar bagus untuk meminum alkohol"

lelaki tersebut meneguk gelasnya dengan satu tegukan habis.


Kagura menatap lelaki yang disangka sebagai pelaku penculikan wanita oleh shinsengumi. Lelaki itu tidak tampak terlihat seperti orang yang akan datang dan menangkap seorang wanita yang lemah, melainkan wajah lelaki disebelahnya yang tampan, lebih memperlihatkan bahwa dia adalah seorang womanizer yang hanya senang bermain main dengan wanita.


Kagura mendekatkan badanya ke laki laki tersebut dan bersandar di bahunya sambari memeluk sebelah tangan dari pemuda yang menengok kearah gadis itu dengan wajah terkejut.


"Ahh~ tuan jozu. Apakah ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu?"

Tanya kagura dengan nada yang tinggi menggoda membuat lelaki bernama jozu tersebut tersenyum kearahnya.


"Ah ya.. beberapa," jawab lelaki itu singkat,
"sekelompok joui yang mengaggap dirinya pahlawan mengganggu pekerjaanku. Sebaiknya aku harus menyingkirkan mereka"
Lelaki tersebut mengelus ngelus kepalanya tampak banyak pikiran.
Kagura menatapnya dan terlintas pikiran bahwa mungkinkah yang sedang ia biacarakan adalah shinsengumi?

Dering telpon memecah renungan kagura. Dering yang semakin kencang bergema ke setiap sudut ruang kabaret itu berasal dari kantong kimino mahal milik jozu.
Lelaki tersebut menaruh minumnya dan mengangkat telponnya yang sadaritadi berdering keras bercampur dengan suara riuh pikuk orang orang di kabaret tersebut.
"Ya ada apa?' Jawab jozu sejenak 'APA?? TEMPAT ITU DIHANCURKAN MEREKA?" teriak jozu keras menghentikan kegiatan semua orang di klub itu yang juga berhasil membuat kagura terkejut.
kagura teringat bahwa dirinya telah mengatakan kepada sougo beberapa hari lalu bahwa gadis itu mencuri dengar kalau jozu memiliki markas di daerah kyoto. Mungkin shinsengumi sudah bergerak ketempat itu untuk menghancurkannya.
Muka jozu memerah karena amarah, Tangannya ia kepal dengan keras dan matanya membesar sangat tajam menusuk seperti siap membunuh setiap orang di klub kabaret itu.
"Kita masih memiliki tempat itu kan? Pakai saja yang itu, kita pindahkan semua barang"
Jozu menutup telponnya dan kembali duduk ditempatnya semula. Wajahnya terlihat tidak bersahabat setelah perbincangan lewat telepon tadi, Tetapi kagura mencoba untuk mendekati target yang menjadi misi solonya yang pertama itu.
"Ahh ada masalah tuan?"
"Ah ya.. Hanya masalah kecil di kepolisian" jawab lelaki itu singkat tidak meneruskan pembicaraan.
Ia mengambil gelas yang sudah dituangkan donporige dan memainkan air dalam gelas tersebut di tangannya.
"Sepertinya para orang orang tak berguna itu sedang menguji kesabaranku,"
jozu menggenggam gelasnya dengat erat sehingga otot otot tanganya muncul karena tekanan yang ia fokuskan kepada genggamannya. Tak lama gelas malang ditangannya pun pecah berkeping keping dengan mudahnya oleh cengkraman jozu, pecahan gelas itu bagai serbuk kristal halus yang bertebaran di udara
"aku tidak sabar bermain main dengan mantan anjing helder itu."
Ujar jozu dengan senyumnya yang siap membunuh. Laki laki dihadapan kagura ini benar benar bukan lelucon. Ia sangat kuat mengingat dengan mudahnya ia menghancurkan gelas kaca itu. Terlebih lagi posisinya yang setara dengan kondo yang menunjukan kalo ia memang dirinya bukan main. Shinsengumi benar benar berhadapan dengan orang yang berbahaya, Pikir kagura.

Kagura menggenggam tangan jozu dan mengeluarkan sapu tangan miliknya dan mulai mengusap bersih tangan jozu yang dilumuri oleh bau alkohol.
"Jangan seperti itu tuan, Kau hanya akan menghancurkan tanganmu ini. Tangan adalah nyawa bagi seorang samurai"
ujar kagura masih mengusap tangan lelaki tersebut. Lelaki itu tertawa keras dan menatap kagura lembut, matanya sayup sayup mengisahkan sejuta makna dibalik mata crimsonnya.
"Aku benar benar menyukaimu kagura. Kau memang berbeda dari perempuan yang selama ini aku temui" ujar lelaki tersebut
"kulitmu putih seperti salju pada musim dingin dan rambutmu yang bersinar dibawah cahaya bulan benar benar indah,"
jozu mulai membawa jari jarinya ke wajah kagura dan mendekatkan wajah gadis yang mematung gemetar itu mendekati wajahnya,
"Terlebih lagi kau mengingatkan aku kepada sekelompok ras amanto yang langka"
Mata biru saphire gadis itu membesar mendengar kalimat jozu. Mungkinkah lelaki dihadapannya sudah mengetahui bahwa dirinya adalah seorang yato?
Kagura menatapnya dengan kewaspadaan. Gadis itu siap melawan lelaki itu kapan saja mengingat Lelaki di hadapannya ini bisa saja membunuhnya dalam hitungan detik.
Laki laki itu tertawa begitu merasakan ketegangan dalam diri kagura. Kagura terdiam dan kebingungan melihat perubahan wajah lelaki itu kepada dirinya.
"Tenanglah aku hanya bercanda,"
ujar lelaki itu mengusap rambut kagura dan mengeluarkan sebuah kartu nama yang di taruhnya dihadapan kagura.
"Tetapi fakta bahwa aku menyukaimu itu adalah kebenaran. Aku harap kau ingin memikirkannya"
Jozu berdiri meninggalkan klub kabaret yang penuh hiruk pikuk suara wanita dan pria. Kagura melihat kartu nama jozu ditangannya yang berisikan alamat rumah lelaki yang disebut sebut the revolusioner comander of the new shinshengumi. Gadis gadis kabaret mulai mengerubunginya mengucapkan ribuan kata selamat pada kagura.
"Waaah hebat sekali kagura. Kau bisa menarik perhatian petinggi seperti diaa!!!"
"Yaa kagura, mengingat dia adalah bagian dari elit dan plus wajahnya yang tampan ahhh... aku iri padamu"
Kagura kebingungan mendengar kata kata para pegawai kabaret tersebut. Sepertinya gadis gadis itu tidak melihat bahwa laki laki itu hanya suka bermain dengan wanita cantik, karena beberapa hari yang lalu kagura pernah melihatnya tengah menggoda seorang wanita.
"Ahhh.. aku tidak tahu bagian mana yang harus aku banggakan"
jawab kagura tersenyum tipis kepada teman temannya.

___________________________________________________________________________________


"kau kemana saja selama ini tengah malam, kagura?"
Gintoki bersandar di daun pintu yang menompang tubuhnya sambil menyalakan lampu yang menangkap basah figur kagura yang sedang menyelinap kerumah dari pekerjaan malam rahasianya.
Kagura berdiri kaku dihadapan gintoki dengan tawa ragu kecilnya.
Gadis itu tidak berpikir untuk ketahuan oleh gin, mengingat laki laki itu jarang sekali bangun di tengah malam, apalagi untuk mengecek ada tidaknya kagura dalam closet yang disebut sebut sebagai kamarnya itu.
"Kau tahu? Sulit bagiku tinggal bersama anak kecil rakus yang sekarang berubah menjadi seorang wanita, mengingat orang akan berpikir bahwa aku seorang lelaki mata keranjang atau lolicon,"
 gintoki menghela nafas dan menatap kagura dalam dalam mengingat kagura sudah dianggapnya sebagai keluarga sendiri yang tidak akan pernah ia lepaskan
"..dan sekarang aku menangkapmu menyelinap keluar diam diam pada malam hari hanya akan membuat namaku semakin buruk, kagura" 
gintoki berjalan pelan kearah kagura dan menatap dalam gadis itu. Kagura tahu tatapan milik gin meminta dirinya untuk memberi alasan atas tindakan yang tanpa persetujuan lelaki berambut perak dihadapannya.
Kagura menggigit bibirnya pelan, gadis itu berdebat dalam dirinya apakah ia harus mengatakan pada ginchan atau mencari cari alasan yang cerdas untuk keluar dari masalah ini.
Kagura memejamkan matanya. Ia tidak ingin berbohong pada ginchan, karena ginchan adalah salah satu orang terpenting dari hidupnya yang tak ingin ia lepaskan.
"Aku pergi bekerja di klub kabaret kaka. Aku ingin menambah setidaknya pendapatan kita ginchan," 
kagura berhenti sejenak untuk menghirup nafasnya dalam dalam
"lagipula.. si sadist itu memintaku untuk melakukan sesuatu untuknya"
"Apa yang lelaki itu minta darimu?"
Tanya gintoki dengan suara yang sangat dalam diiringi dengan tatapan tajam kearah kagura. Gintoki tau, mereka, kagura dan okita, terlalu berbesar kepala untuk meminta tolong satu sama lain. Jadi, kenapa kali ini lelaki itu mematahkan aturan tak tertulis itu dengan meminta bantuan kagura?
Kagura hanya dengan berdiri dihadapan gintoki, bisa merasakan aura membunuh dari lelaki mantan pejuang joui yang sudah seperti ayahnya sendiri. Kagura menggigit bibirnya dalam.
"Ah ngg... dia memintaku menyelidiki seseorang bernama jozu. Kebetulan dia pelanggan setia kabaret"
Iris mata gintoki membesar 2 kali lipat dari semula. Lelaki itu terkejut mendengar nama jozu keluar dari bibir mungil gadis dihadapannya.
Ada apa dengan shinsengumi dengan ketua kepolisian bakufu saat ini? Pikirnya.
Gintoki menghela nafasnya sambil mengangkat kedua tangannya yang besar dan kekar ke atas kepala kagura. Lelaki itu mengusap kepala kagura pelan membuat gadis itu menutup matanya terlelap oleh sentuhan lelaki dihadapannya.
"pastikan hal ini tidak membahayakan dirimu kagura. Jika aku tahu terjadi padamu.." gintoki memejamkan matanya sejenak "...aku pastikan lelaki bernama okita sougo tidak akan bisa melihat hangatnya matahari esok"
Senyum riang kagura setelah mendengar kata kata protektif dari bibir gintoki menghiasi langit malam edo yang diselimuti cahaya rembulan kala malam itu. 


 -End Of Part 2-

Part 1  Part 3 


__________________________________________________________________________________

Note: 
so this is part 2. ceritanya part ini agak tensi gitu, soalnya gue mau bikin ceritanya tema serius gitu. ada bagian okita sama kagura, mungkin ga terlalu romantis ya, soalnya mereka berdua aja selalu begitu di manganya, sebisa mungkin gue gabuat mereka OOC pokoknya.
selain okikagu, ada kagura sama gintoki juga. mungkin disini gintokinya berasa kaya lolicon gitu hahaha. soalnya gue selalu mikir, gintoki sebenernya sayang banget ama shinpachi dan kagura, dan gue mau ngegambarin seberapa berharganya mereka berdua di kehidupan dia. (tapi gue ganulis tentang shinpachi, oh well..)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar